Heboh Duit Pajak Miliaran di Samsat Kelapa Dua Diduga ‘Dirampok’ Oknum Pegawai, Begini Modusnya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kasus dugaan penggelapan pajak untuk kendaraan bermotor di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kelapa Dua Kabupaten Tangerang bikin geger.

Uang negara yang dikumpulkan dari pajak kendaraan warga yang nilainya diperkirakan mencapai miliar raib diduga ‘dirampok’ secara halus oleh orang dalam lewat sistem. Kasus ini sendiri sedang diaudit Inspektorat Provinsi Banten dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala Bapenda Banten Opar Sohari menyatakan pembobolan pajak di Samsat Kelapa Dua dilakukan sejak Agustus 2021 lalu. Jumlah uang yang digelapkan sebesar Rp6,2 miliar.

Mengutip Satelit News, Senin (18/4/2022), uang itu sudah dikembalikan ke kas daerah (kasda). Sehingga, sudah berhasil diselamatkan. Pengembalian uang Rp6,2 miliar ke Kasda lanjut Opar dilakukan oleh oknum pejabat eselon IV dibantu tiga orang staf pelaksana tersebut secara bertahap. Tidak sekaligus.

“Dicicil. Saya lupa yang terakhir itu berapa, yang ngurus Pak Berly (Sekretaris Bapenda). Tapi yang jelas, uangnya sudah terselamatkan lagi dan masuk ke Kasda,” ujarnya.

Namun menurut Opar, meski angkanya Rp 6,2 miliar telah masuk Kasda, akan tetapi pihaknya masih menunggu hasil audit Inspektorat dan BPKP.

“Perkiraan tidak jauh dari angka itu, kita tunggu saja hasil auditnya,” ujarnya.

Modus para pelaku

Aksi dugaan penggelapan pajak di Samsat Kelapa Dua dilakukan sedikitnya empat orang. Mulai dari pejabat selevel kepala seksi hingga pegawai pelaksana lainnya, baik yang berstatus ASN atau Non ASN alias Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Mereka yang diduga terlibat dalam pembobolan pajak di Samsat Kelapa Dua masing-masing berinisial Zlf, At, Bd dan Bgj. Zlf merupakan seorang ASN dengan jabatan setingkat Kepala Seksi (Kasi). At merupakan staf PNS dan Bd serta Bgj sebagai seorang TKS.

Informasi yang diterima wartawan, para pihak yang terlibat menggunakan beberapa cara untuk mengemplang uang setoran pajak kendaraan baru.

Pertama jenis kendaraan baru yang rata-rata kendaraan mewah diubah tipenya ke tipe yang lebih rendah untuk menurunkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Dengan cara menurunkan tipe kendaraan tersebut, oknum mendapatkan selisih setoran pajak proses Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Kendaraan Baru (BBN 1) yang besarannya 10 persen dari NJKB.

Cara lain, oknum mengubah pajak masuk kendaraan baru BBN 1 yang notabene untuk kendaraan baru ke BBN 2 yakni ganti kepemilikan kendaraan bermotor untuk proses mutasi kendaraan kategori BBN 2.

Besaran untuk BBN 2 yakni 1 persen dari NJKB. Ada selisih 9 persen duit pajak yang ditilap oknum di Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang selama tahun 2021.

Para oknum yang terlibat memanfaatkan waktu istirahat untuk mengubah alur uang dari BBN 1 ke BBN 2 tersebut di Ruang Kontrol. Sebab di ruangan tersebutlah yang memiliki otoritas mengganti pasword dan mengubah jenis pajak yang masuk untuk Pemerintah Daerah.

Informasi yang diterima, oknum yang diduga terlibat membelanjakan uang tersebut untuk sejumlah kendaraan mewah dan membeli rumah di kawasan elit di wilayah Tangerang Selatan. [Red]

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.