Mafia Pajak di Samsat Kelapa Dua Diduga Tilep Uang Miliaran! DPRD Banten Desak Polisi-Kejaksaan Turun Tangan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ketua DPRD Banten Andra Soni meminta kepolisian dan kejaksaan segera melakukan pengusutan tuntas terhadap pembobolan pajak yang dilakukan oleh oknum di Samsat Kelapa Dua.

Pihaknya juga meminta Gubernur Banten Wahidin Halim selaku pejabat pembina pegawai menonaktifkan sejumlah pejabat terkait.

“Mens area (niat perbuatan jahat dari seorang pelaku kejahatan) nya sudah jelas. Makanya ini harus diproses APH, dan mereka yang bertangungjawab di Bapenda, harus diberhentikan dulu dari jabatannya,” kata Andra saat dihubungi, seperti dikutip dari Satelit News, Senin (18/4).

Ia berharap aparat penegak hukum secepatnya melakukan pengusutan atas dugaan korupsi ditubuh Bapenda Banten. Ini penting dilakukan, agar kasusnya terang benderang.

Siapa saja yang terlibat dan ikut menikmati uang haram tersebut, apalagi kasusnya sudah berjalan selama delapan bulan, di saat keuangan pemerintah sedang mengalami penurunan akibat Pandemi Covid-19.

“Ini kategori kejahatan besar. Masyarakat diminta untuk taat pajak. Tapi setelah membayar, uangnya diambil, dan nilainya tak tanggung-tangung, miliaran,” tegasnya.

“Dampaknya ini sangat besr. Dimana kita, saat ini sedang membangun kepercayaan kepada maayarakat, tapi ada oknum di Bapenda melakukan kejahatan sangat besar. Padahal membangun kepercayaan itu sangat sulit sekali. Saya harap ini harus diusut tuntas, agar ada pembelajaran serta efek jera,” ujarnya.

Andra Soni juga meminta Inspektorat dan BPKP melakukan audit, tidak hanya Samsat Kelapa Dua, akan tetapi kepada semua Samsat yang ada di Banten seperti Cikande, Cilegon, dan Samsat yang ada diwilayah Tangerang Raya.

“Semua Samsat ini harus di audit. Jangan-jangan, apa yang terjadi di Samsat Kelapa Dua  ada juga di samsat lainnya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, uang negara yang dikumpulkan dari pajak kendaraan warga di Kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang nilainya diperkirakan Rp 12 miliar raib diduga ‘dirampok’ secara halus oleh orang dalam lewat sistem.

Informasi yang diterima wartawan, para pihak yang terlibat menggunakan beberapa cara untuk mengemplang uang setoran pajak kendaraan baru.

Pertama jenis kendaraan baru yang rata-rata kendaraan mewah diubah tipenya ke tipe yang lebih rendah untuk menurunkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Dengan cara menurunkan tipe kendaraan tersebut, oknum mendapatkan selisih setoran pajak proses Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Kendaraan Baru (BBN 1) yang besarannya 10 persen dari NJKB.

Cara lain, oknum mengubah pajak masuk kendaraan baru BBN 1 yang notabene untuk kendaraan baru ke BBN 2 yakni ganti kepemilikan kendaraan bermotor untuk proses mutasi kendaraan kategori BBN 2.

Besaran untuk BBN 2 yakni 1 persen dari NJKB. Ada selisih 9 persen duit pajak yang ditilap oknum di Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang selama tahun 2021.

Para oknum yang terlibat memanfaatkan waktu istirahat untuk mengubah alur uang dari BBN 1 ke BBN 2 tersebut di Ruang Kontrol. Sebab di ruangan tersebutlah yang memiliki otoritas mengganti pasword dan mengubah jenis pajak yang masuk untuk Pemerintah Daerah.

Informasi yang diterima, oknum yang diduga terlibat membelanjakan uang tersebut untuk sejumlah kendaraan mewah dan membeli rumah di kawasan elit di wilayah Tangerang Selatan. [Red]

Sumber: Indopolitika.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.